
Kenapa Badan Pegal Terus Padahal Tidak Banyak Aktivitas? – KARADA Indonesia
Maret 12, 2026
Kenapa Recovery Tubuh Sama Pentingnya dengan Olahraga Itu Sendiri
Maret 26, 2026Rata-rata orang kantoran duduk selama 8 hingga 10 jam sehari. Kalau ditambah waktu di perjalanan dan di rumah, angkanya bisa lebih dari itu. Dan tanpa disadari, kebiasaan ini perlahan mengubah bentuk postur tubuh dengan cara yang tidak selalu terasa sampai ketika sudah terlambat.
Ini bukan cerita menakut-nakuti, namun adalah sesuatu yang perlu Anda pahami sebelum tubuh Anda memberi tahu dengan cara yang lebih menyakitkan.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Duduk Lama?
Saat duduk, beban yang seharusnya terdistribusi ke seluruh tulang belakang menjadi terkonsentrasi di area tertentu, terutama di bagian bawah punggung (lumbar). Ditambah dengan kecenderungan membungkuk ke depan saat menatap layar, leher dan bahu ikut menanggung beban yang tidak semestinya.
Dalam jangka pendek, ini terasa seperti pegal biasa. Dalam jangka panjang, bisa mengubah alignment tulang belakang secara permanen kalau tidak ditangani.
Dampak yang Paling Umum Terjadi
Kepala yang “maju” ke depan (forward head posture)
Untuk setiap 2,5 cm kepala bergerak ke depan dari posisi idealnya, beban pada leher meningkat hampir dua kali lipat. Orang yang banyak menatap layar sangat rentan terhadap ini. Gejalanya: leher terasa berat, sering kaku, dan terkadang sakit kepala di bagian belakang.
Bahu yang membulat ke depan (rounded shoulders)
Kebiasaan mengetik dalam posisi membungkuk membuat otot dada memendek dan otot punggung atas meregang berlebihan. Lama-lama, bahu mulai “tertarik” ke depan bahkan saat Anda berdiri. Ini bukan sekadar masalah penampilan, karena bahu yang membulat juga memengaruhi cara bernapas.
Punggung bawah yang kehilangan lengkungan alaminya
Tulang belakang bagian bawah seharusnya memiliki lengkungan ke dalam (lordosis). Duduk terlalu lama, apalagi dengan posisi yang tidak benar, secara bertahap bisa mengurangi lengkungan ini, yang kemudian menjadi salah satu penyebab nyeri punggung bawah yang umum dikeluhkan pekerja kantoran.
Otot yang tidak aktif (inactive glutes)
Ini yang jarang disebut: saat duduk lama, otot bokong (gluteus) menjadi kurang aktif. Akibatnya, tubuh mulai mengandalkan otot-otot lain untuk tugas yang seharusnya dilakukan oleh otot bokong sehingga menciptakan ketidakseimbangan yang bisa mempengaruhi cara berjalan dan berdiri.
Tanda-tanda yang Perlu Diperhatikan
Anda mungkin sudah mengalami dampaknya tanpa menyadarinya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
– Leher dan bahu terasa kaku hampir setiap hari setelah bekerja
– Punggung bawah mudah pegal saat berdiri lama
– Posisi berdiri terasa tidak senyaman dulu
– Sering sakit kepala di area belakang kepala atau bahu
– Merasa “tidak nyaman” saat mencoba duduk tegak karena otot sudah terbiasa dengan posisi yang salah
Apakah ini bisa diperbaiki?
Jawabannya: bisa, tapi butuh pendekatan yang tepat.
Solusi paling sederhana adalah bergerak lebih sering. Berdiri setiap 45–60 menit, melakukan peregangan ringan, dan memperhatikan posisi duduk. Setup meja yang ergonomis juga sangat membantu: layar sejajar mata, kursi dengan sandaran yang mendukung punggung bawah, dan keyboard di posisi yang tidak memaksa bahu naik.
Tapi untuk perubahan postur yang sudah berlangsung lama, perlu lebih dari sekadar kesadaran posisi. Otot yang sudah terlanjur tegang dan memendek perlu dirawat, dan struktur tubuh yang sudah bergeser perlu dikembalikan ke posisi yang lebih seimbang.
Inilah yang membedakan perawatan tubuh preventif dengan sekadar “dipijat kalau sudah sakit.” Pendekatan seperti seitai, misalnya, tidak hanya meredakan gejala tapi melihat pola ketidakseimbangan yang menjadi akar masalah.
Kalau Anda bekerja di depan layar setiap hari dan mulai merasakan tanda-tanda di atas, ini saat yang tepat untuk tidak menunggunya memburuk. KARADA dan teknik AP Balance bisa membantu Anda memahami kondisi postur tubuh saat ini dan apa yang perlu dilakukan.
Click tombol WhatsApp pada layar untuk booking slot treatment Anda sekarang.






